Senin, 28 Februari 2011

when there's sad

Ku sungguh ingin bertanya

Sungguhkah kau sayang aku

Kadang aku pun meragu

Engkau tampak beda

Tak seperti dulu

Ku tak pernah berpikir

Ada yang lain dihatimu

Tapi bila begitu adanya

Jangan kau membisu

Ungkapkan padaku

Mungkin waktu yang telah mengubah

Kenyataan atau mimpikah diriku dengan

Semua ini meski ku tak berubah

Hanya kau yang menyita seluruh

Hatiku

Disini by : Andity-Beda

Menghargai itu sulit tapi lebih sulit membuat seseorang bisa menghargai kita.

Gua ga pernah pengen kita marahan, ga pengen punya banyak masalah, ga pengen nangis terus :’’((( ga pengen pusing-pusing mikirin gimana kita seharusnya.

Kadang gue iri sama Disa

Aman juga punya tongkrongan kok za tapi dia nyempetin waktu dia buat sama disa. Dulu gue inget banget kita suka berdua di kantin, tapi dulu sekarng waktu lu udah terlalu banyak di cihuy, ga ngerti gue apa yang lo lakuin disana tapi gue pikir ya ini sebenarnya elo, anak tongkrongan. Gue udah mulai lupa sama waktu kita Cuma berdua, karena semua itu Cuma dulu dan sekarang gue harus iri sama temen-temen lu. Apa gue harus terus-menerus ngerasa iri sama mereka? Padahal kalo dipikir-pikir gue juga punya temen-temen tapi gue ga sampe segitunya. Salah gua apa? Sampe kita harus kaya gini? Kadang gue mikr kaya gitu. Ngalah itu emang yang terbaik. Tapi kalo teru-terusan ngalah kapan lu bisa ngertiin guenya?

Apa gabisa kaya dulu?

Sampe sekarang gue masih nyimpen sms pas lu nembak gue za emang mungkin Cuma itu doang yang bakal ngingetin gua lu kaya gimana dulu. Setiap temen gue baca sms itu mereka pasti nanya “an, ariza nembak lo lewat sms?” dan gua selalu jawab “iya”.

Za walaupun gua jarang bilang gua sayang sama lo tapi gua berharap lo bisa ngerti gimana perasaan gue.

“sayang”-ku bukan hanya di bibir atau di sms saja.

Aku pengen diprioritasin sayang L

The Gift

Di New York tinggalah sepasang suami isteri yang baru menikah. Mereka adalah John dan Chintya. Mereka tinggal mengontrak di salah satu rumah di pinggir kota New York. Mereka tidak mampu membeli rumah karena uang yang mereka punya pas-pasan untuk menghidupi dan mencukupi segala kebutuhan rumah tangga mereka. Rumah yang mereka tinggali pun tidak terlalu besar hanya ada satu kamar dengan dapur dan kamar mandi. Pekerjaan John hanya seorang bartender di salah satu kafe yang ada di sana. Setiap hari ia bekerja pada sore hari hingga malam hari. Dan di saat ia pulang sehabis bekerja ia hanya bisa melihat isterinya Chintya sedang tertidur pulas di kursi depan menunggu John kembali dari pekerjaannya. Saat mereka menikah ayah John hanya memberikan sebuah arloji yang tidak dilengkapi dengan rantai untuk menggantungkannya di leher. Tetapi arloji itu masih tetap berdetak. Harga rantai itu sangatlah mahal John belum mampu membelinya. Jam itu hanya ia simpan di lemari saja. Dan tidak ia gunakan.

Chintya memiliki rambut yang paling indah se New York. Hitam dan panjang serta lebat. Chintya tidak mempunyai pekerjaan ia hanya seorang ibu rumah tangga. Bulan demi bulan mereka lalui bersama. Suatu hari mereka berencana untuk memberikan hadiah kepada pasangannya di saat anniversary mereka. Chintya berniat untuk membelikan John rantai arlojinya. Namun ia tidak memiliki uang maka Chintya pergi ke salon di Oak Avenue, disana ia membuat keputusan yang sangat luar biasa. Ia bermaksud untuk memotong rambut indahnya dan menjualnya kepada si pemilik salon. Alhasil rambutnya kini hanya sependek lehernya saja. Uang itupun ia gunakan untuk rantai arloji John.

Sepulang dari pekerjaannya John berniat pergi ke toko accessories. Di sana ia mellihat berbagai hiasan rambut yang cantik. Akhirnya ia memilih untuk membelikan isterinya sisir, mengingat ia memiliki rambut yang indah.

Sesampainya di rumah ia terkejut melihat rambut Chintya sudak tidak lagi panjang.

could you tell me why do you cut your hair Chintya?” tanya John

I cut my hair for this” Chintya menunjukkan rantai arloji yang ia beli dengan harga $12

if you know I bought you the comb for your beautiful hair, oh I know now this thing would be useless for you”

no John I would use it although my hair not same like the past. Thank you honey”